Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Penantian Panjang

Bermula dari hari ini. Hidupku serasa indah memesona. Melebihi cakrawala, melampaui keagungan alam semesta. Memesona karena di dalamnya tersimpan sejuta warna, terekam selaksa peristiwa dan terpendam sekian banyak cita-cita. Semuanya ada dalam hidup. Aku bertanya mengapa ia begitu kaya, mengapa ia sungguh takterperikan. Rahasianya bagai labirin dunia yang tak terselami. Bahkan sekejab saja, aku sudah kehilangan arah. Aku bertanya dan terus bertanya. Mungkin sudah sekian kalinya aku menengadah menghadap langit. Rembulan Malam Memandangi bintang dan rembulan nan jauh di angkasa. Aku tidak bosan dan tak hentinya terkagum-kagum, karena ketika aku berpaling, bintang yang satu sudah lenyap digantikan bintang yang lain.

MENDIDIK PARA ELIT POLITIK INDONESIA

MENDIDIK PARA ELIT POLITIK INDONESIA Disusun untuk memenuhi tugas Filsafat Etika Dosen         : Prof. Dr. Armada Riyanto, CM Oleh: C. E. Warto Simamora (0909042000062) SEKOLAH TINGGI FILSAFAT TEOLOGI WIDYA SASANA MALANG 2012 Situasi Politik Indonesia Tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia wajah pejabat pemerintah yang terlibat dalam kasus korupsi “Wisma Atlet” yang baru-baru ini selalu menghiasi lembar utama surat kabar dan berita di televisi maupun media informasi lainnya. Dari proses hukum yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta, dapat dilihat situasi dan kondisi Indonesia saat ini, terutama di kalangan pejabat pemerintah, sangat memprihatinkan. Para elit politik sibuk dengan keributan masing-masing sementara rakyat resah akan hidupnya hari ini dan masa mendatang. Sangat wajar bila rakyat menjadi resah, sebab nasib mereka berada ditangan para pejabat pemerintah. Rakyat tidak bisa berbuat a...

Maafku

Maafku Maaf..... aku tlah buatmu menangis tlah buatmu kecewa tuk lalaiku tlah abaikan cintamu tlah sakiti hatimu andai waktuku masih tersisah dan kau brikan ruang ku'kan perbaikinya tp itu hanya harapan kosong doa tak terkabulkan

Senggama I

Senggama adalah kata yang mungkin akan membuat muka seseorang memerah jika mengucapkannya. Mengapa? Senggama bersinonim dengan berhubungan sex atau hubungan intim (yang biasanya dihubungkan dengan hubungan sex untuk sumi isteri) atau kolaborasi seksual atau berbuat mesum. Senggama in se (dari sendirinya) adalah baik dan natural. Biasa, karena senggama, dalam tujuannya, adalah untuk menghasilkan anak, regenerasi, reproduksi (kata ini kiranya kurang tepat dalam artian manusiawi, sebab manusia tidak sepantasnya dianggap hasil). Intensi utama senggama adalah itu yang pada akhirnya akan menciptakan manusia baru. Itu adalah tindaka alamiah ketika kegiatan itu dibandingkan dengan binatang. Seiring perjalanan waktu dan perubahan

Cinta?

Sudah sering kita mendengar tentang cinta, bahkan mungkin sudah jadi klise. Lalu, mengapa saya masih harus membahasnya di sini? This is not love Mari kita sebentar melihat kehidupan di sekitar kita saat ini. Setiap saat, dari informasi pelbagai media, kita mendengar, membaca dan menonton begitu banyak orang yang menderita. Menderita karena apa? Sebagian besar penderitaan itu disumbangkan sesamanya. Tidak percaya? Masihkan kita meragukan itu ketika kita mendengar bahwa seorang ibu rela menjual anaknya, suami membunuh isterinya, anak menganiaya ibunya, seoarang lagi meneror tetangganya? Bukan itu saja, agama yang satu menindas yang lain, warga desa itu menghajar warga desa ini, negara yang satu tidak mengakui kedaulatan negara yang lain, dan masih banyak lagi.